- Mata pelajaran
- Matematika
- Kelas / Fase
- V / C
- Bab
- 1 · Bilangan Cacah Sampai 100.000
- Alokasi waktu
- 16 JP · 5 pertemuan, ditambah asesmen diagnostik dan sumatif
- Model
- e-IM3 (Identifikasi masalah, Membangun ide, Mengklarifikasi ide, Menilai kewajaran ide)
- Konteks
- Kesenian Reog Ponorogo, Jawa Timur
- Moda
- Luring, daring, atau blended learning
- Sumber utama
- Buku Siswa & Buku Panduan Guru Matematika Kelas V (Kemendikbudristek, 2022)
e-IM3 adalah model pembelajaran berbantuan elektronik untuk melatih kemampuan mengambil keputusan (decision making) saat menyelesaikan masalah. Setiap pertemuan kalian akan melewati empat fase:
Model ini dikembangkan dari langkah decision making Swartz & Perkins (1989) dan dapat dipakai untuk pembelajaran tatap muka maupun jarak jauh.
Reog adalah kesenian tari dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pertunjukannya menampilkan penari bertopeng, prajurit berkuda kepang, Warok, serta Singo Barong dengan mahkota bulu merak yang sangat besar. Semua gerakan diiringi pemusik gamelan. Reog Ponorogo diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2024.
Salah satu cerita Reog: Prabu Klono Sewandono, raja Bantarangin, hendak melamar Dewi Songgolangit dari Kediri. Dalam perjalanan, rombongannya yang dipimpin Patih Bujang Ganong dan pasukan berkuda Jathil dihadang Singo Barong. Dengan Pecut Samandiman, Singo Barong dapat ditaklukkan.

Dadak merak
Mahkota besar dari rangka bambu dan bulu merak yang dipasang di atas kepala barongan.
Barongan
Topeng kepala harimau Singo Barong. Bersama dadak merak, dibawakan oleh pembarong.
Topeng Bujang Ganong
Topeng merah berhidung besar dengan rambut lebat, dipakai penari yang lincah dan jenaka.
Topeng Klono Sewandono
Topeng raja bermahkota yang dipakai penari Prabu Klono Sewandono.
Eblek (kuda kepang)
Kuda tiruan dari anyaman bambu yang ditunggangi penari Jathil.
Pecut Samandiman
Cambuk pusaka milik Klono Sewandono yang berhias rumbai warna-warni.
Gongseng
Gelang kaki berkerincing yang berbunyi setiap kali penari melangkah.
Gamelan Reog
Kendang, ketipung, kenong, kethuk, angklung, slompret (terompet), dan kempul.
Penadon dan kolor
Pakaian hitam longgar dan tali putih besar yang menjadi ciri khas Warok.
- Tulis nama dan kelompokmu di atas. Lalu kerjakan Asesmen Diagnostik: isi angket Kesadaran Belajar, lalu cek bekal dari kelas IV.
- Baca Capaian & Tujuan supaya tahu apa yang akan kamu kuasai.
- Pahami Alur e-IM3: empat fase yang akan kamu lalui di setiap pertemuan.
- Belajar di Materi sesuai pertemuan. Ikuti Fase 1 sampai Fase 4 secara berurutan dan isi setiap kotak jawaban.
- Kerjakan Asesmen Formatif di akhir setiap pertemuan.
- Berlatih sambil bermain di Game.
- Isi Refleksi, lalu kerjakan Asesmen Sumatif di akhir bab.
Jawabanmu tersimpan otomatis di perangkat ini. Tombol Salin lembar kerja di Fase 4 menyalin semua jawabanmu supaya bisa dikirim ke guru.
- Nyalakan Mode Guru di kanan atas (sakelar ini hanya muncul untuk akun guru dan admin) untuk menampilkan kegiatan guru di setiap fase, prinsip reaksi, miskonsepsi, rubrik, dan tombol Isi kunci.
- Perkenalkan Reog Ponorogo di awal bab, misalnya dengan menonton video pertunjukan, membawa gambar dadak merak, atau mengundang sanggar Reog setempat.
- Gunakan hasil Asesmen Diagnostik untuk menyusun kelompok heterogen yang dipakai mulai Fase 2. Kelompok bisa diberi nama tokoh Reog.
- Setting belajar setiap fase: luring-sinkron (tatap muka), daring-asinkron (individu), atau daring-sinkron (tatap maya berkelompok).
- Untuk kelas daring, minta siswa menekan Salin lembar kerja lalu menempelkannya di LMS atau grup kelas.
- Angka dalam cerita adalah data rekaan untuk latihan, bukan data resmi festival.
- Data tersimpan di perangkat masing-masing siswa. Halaman ini tidak mengumpulkan nilai satu kelas.
Capaian dan Tujuan Pembelajaran
Pada akhir Fase C, peserta didik dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta menyusun (komposisi) dan menguraikan (dekomposisi) bilangan cacah. Peserta didik juga dapat melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000, serta menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan tersebut, termasuk masalah uang.
Ringkasan CP untuk bab ini. Cocokkan dengan dokumen CP resmi yang berlaku di sekolah.
Semua masalah, latihan, game, dan asesmen di bab ini memakai konteks Reog Ponorogo: jumlah penonton festival, banyak bulu merak pada dadak merak, harga perlengkapan seperti pecut, topeng, dan gongseng, serta uang kas sanggar. Tokoh Warok, Klono Sewandono, Bujang Ganong, Jathil, Singo Barong, dan Pemusik Gamelan menemani kalian belajar. Dengan begitu, kalian belajar matematika sekaligus mengenal dan mencintai budaya Indonesia.
| Kode | Setelah mempelajari bab ini, kalian dapat … | Pertemuan |
|---|
- Membangun ide: menyebutkan banyak kemungkinan ide, termasuk ide baru, dan detail setiap ide.
- Mengklarifikasi ide: menganalisis, membandingkan, dan mengelompokkan ide; menemukan alasan di balik setiap ide.
- Menilai kewajaran ide: memeriksa informasi, memakai bukti, menjelaskan sebab-akibat, dan membuat prediksi sebelum memilih ide terbaik.
Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan
Alur Pembelajaran e-IM3
Setiap pertemuan mengikuti empat fase yang sama. Masalahnya berganti, langkah berpikirnya tetap.
Kegiatan guru dan siswa di setiap fase
Rencana pertemuan
Waktu mengikuti saran Buku Panduan Guru (A 4 JP, B 2 JP, C 2 JP, D 8 JP). Ketuk satu pertemuan untuk membuka materinya.
Game Bilangan
Empat permainan bertema Festival Reog untuk melatih semua materi Bab 1. Skor terbaikmu tersimpan di perangkat ini.
Bulu Merak Siapa Lebih Banyak?
Membandingkan · ketuk dadak merak yang bulunya lebih banyak
Singo BarongDadak merak mana yang bulunya lebih banyak? Ketuk secepatnya!
Kartu Nomor Peserta
Nilai tempat · susun nomor peserta festival terbesar atau terkecil
Belanja di Pasar Festival Reog
Komposisi · bayar suvenir dan jajanan festival dengan uang pas sebanyak-banyaknya dalam 60 detik. Bonus 1 poin jika lembar dan kepingnya paling sedikit.
Petualangan Festival Reog
Semua materi · sepuluh soal cerita acak tentang Reog, berbeda setiap ronde
Asesmen Diagnostik
Kerjakan sebelum Pertemuan 1, dimulai dari angket kesadaran belajar, lalu kesiapan belajar, lalu soal bekal dari kelas IV (bilangan sampai 10.000). Tidak apa-apa jika ada yang salah: hasilnya membantu guru menyiapkan pembelajaran.
Petunjuk pengisian
- Baca setiap pernyataan dengan teliti.
- Pilih satu jawaban yang paling sesuai dengan dirimu: Selalu, Sering, Kadang-kadang, atau Tidak pernah.
- Tidak ada jawaban benar atau salah. Jawablah dengan jujur; jawabanmu tidak memengaruhi nilai.
- Setelah semua pernyataan terisi, tekan Lihat hasil.
Asesmen Formatif
Kerjakan setelah menyelesaikan Fase 4 di setiap pertemuan. Soal diambil dari Ayo Berlatih di Buku Siswa.
Refleksi Diri
Isi dengan jujur sesuai pemahamanmu. Jawabanmu tersimpan di perangkat ini.
Asesmen Sumatif
Kerjakan setelah semua pertemuan selesai. Bagian A diperiksa otomatis. Bagian B adalah soal pengambilan keputusan yang dinilai guru dengan rubrik e-IM3.
- Nyatakan harga berikut dengan angka.
- Bacalah bilangan berikut.
- Pemusik Gamelan, bendahara sanggar, menghitung uang kas. Tuliskan jumlahnya dengan angka dan bacalah.
a. 3 lembar sepuluh ribuan, 7 lembar seribuan, dan 10 keping seratusan.b. 3 lembar sepuluh ribuan dan 4 lembar seribuan.c. 9 lembar sepuluh ribuan, 7 lembar seribuan, dan 5 keping seratusan.
- Panitia Festival Reog mencatat data berikut. Tentukan hasilnya.
- Warok berbelanja kebutuhan sanggar sebesar Rp59.000,00. Di dompetnya ada 2 lembar Rp20.000,00; 3 lembar Rp10.000,00; 2 lembar Rp5.000,00; dan 5 lembar Rp2.000,00. Ada berapa cara membayar dengan uang pas?
cara
Buka dompet Warok untuk mencoba
- Bujang Ganong dan Jathil makan siang di warung sate setelah latihan. Paket A (1 porsi sate ayam Ponorogo, 1 nasi, 1 teh manis) Rp27.500,00. Paket B (2 porsi sate ayam Ponorogo, 2 nasi, 2 teh manis) Rp53.000,00.
- 1. a. 50.303 b. 33.403
- 2. a. tujuh puluh dua ribu seratus tiga puluh lima b. lima belas ribu dua ratus dua puluh sembilan
- 3. a. 30.000 + 7.000 + 1.000 = 38.000 (10 keping seratusan = 1.000), dibaca tiga puluh delapan ribu. b. 34.000, tiga puluh empat ribu. c. 97.500, sembilan puluh tujuh ribu lima ratus.
- 4. a. 89.054 tiket b. 54.534 kursi c. 456 helai (cek: 456 × 147 = 67.032) d. 55.566 helai (567 × 90 = 51.030 dan 567 × 8 = 4.536)
- 5. Ada 2 cara: (2 × 20.000) + (1 × 10.000) + (1 × 5.000) + (2 × 2.000), atau (1 × 20.000) + (3 × 10.000) + (1 × 5.000) + (2 × 2.000).
- 6. a. 2 × 27.500 = 55.000. b. Paket B lebih hemat Rp2.000,00 dengan isi yang sama, tetapi pilihan lain boleh asalkan alasannya masuk akal. c. 53.000 : 2 = 26.500, sisa 35.000 − 26.500 = 8.500.
Kelas V menonton Festival Reog Nasional dan ingin membeli oleh-oleh untuk 4 guru. Uang kas kelas Rp100.000,00. Setiap guru harus mendapat oleh-oleh yang sama.
| Oleh-oleh | Harga |
|---|---|
| Kaos Reog | Rp23.500,00 per buah |
| Topeng Klono Sewandono kecil | Rp27.000,00 per buah |
| Gantungan kunci Singo Barong | Rp12.500,00 per paket |
Bintang Pengambil Keputusan
- Membangun ide: bintang 4 jika kamu menulis minimal 3 ide, termasuk ide baru yang belum pernah diajarkan.
- Mengklarifikasi ide: bintang 4 jika kamu menjelaskan setiap ide beserta alasannya.
- Menilai kewajaran ide: bintang 4 jika kamu memilih satu ide dengan alasan logis dan prediksi, lalu menyelesaikannya dengan benar.
Referensi dan Sumber Belajar
Referensi
- Fitrianawati, M., Surtiani, I., & Istiandaru, A. (2022). Matematika untuk SD/MI Kelas V (Buku Siswa). Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN 978-602-427-916-5.
- Fitrianawati, M., Surtiani, I., & Istiandaru, A. (2022). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. ISBN 978-602-427-899-1.
- Murtafiah, W., Lukitasari, M., & Lestari, N. D. S. Model Pembelajaran e-IM3 untuk Meningkatkan Kemampuan Decision Making. Universitas PGRI Madiun dan Universitas Jember.
- Schraw, G., & Dennison, R. S. (1994). Assessing metacognitive awareness. Contemporary Educational Psychology, 19(4), 460–475.
- Swartz, R. J., & Perkins, D. N. (1989). Teaching Thinking: Issues and Approaches. Pacific Grove, CA: Midwest Publications.
- Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2011). Models of Teaching. Boston: Pearson.
Sumber belajar di halaman ini
- Mesin Nilai Tempat: membaca, menulis, dan bentuk panjang bilangan
- Pembanding Bilangan dan Urutkan Harga Pecut Samandiman
- Dompet Rupiah dan Urai Bilangan
- Hitung Bersusun langkah demi langkah (simpan dan pinjam)
- Perkalian Cara Memisah dan Pembagian Bersusun
- Empat game untuk latihan mandiri
Sumber belajar lain
- Buku Siswa dan Buku Guru versi digital di Sistem Informasi Perbukuan Indonesia: buku.kemdikbud.go.id
- Media konkret: uang mainan, kuitansi atau nota belanja, kertas karton, penggaris, dan spidol untuk kegiatan Ayo Bermain.
- Lingkungan sekitar: label harga di warung, papan informasi jumlah penduduk, dan rambu jarak.
- Rekomendasi Buku Guru untuk teknologi: kalkulator, GeoGebra, Microsoft Excel, atau Desmos.
- Mengenal Reog Ponorogo: situs resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, ponorogo.go.id.
- Pertunjukan langsung: Festival Reog Nasional dan Festival Reog Mini yang digelar setiap tahun di Ponorogo, atau sanggar Reog di sekitar sekolah.
- Media konkret bertema Reog: gambar dadak merak, topeng, eblek, dan gongseng untuk kegiatan Ayo Bermain.

